Dalam diamku

Dalam Diamku


Ku luapkan secarik kertas
Dengan diam-diam ku menulis tentangmu
Dengan diam pula aku mengagumimu
Tanpa mendekatimu

            Bahkan aku tak tahu disebut apa rasa ini
            Mungkin kahcinta atau hanya sebatas kagum semata
            Sekilas terlihat nyata
            Tapi ternyata hanya ilusi saja

Kan kucuri simpatimu dan membuatmu
Tahu betapa aku mengagumimu
tapi…
semua ini hanyalah angan yang semu
karena tak mungkin bagiku untuk
menciptakan keberanian untuk mengawali semua ini

            aku tertunduk malu
            mengingat kamu yang bukan untukku
            egokut ak memaksa emosiku
            menggebu memaksamu untuk mengenalku    

aku berlari mengejar mentari
yang mulai redup diperaduan             
cahaya jingga menyapaku
tersenyum karena tugasnya telah selesai

maafkan aku yang diam-diam telah menyimpan rasa untukmu
maafkan aku yang lancang menyebut namamu dalam doaku
            karena inilah aku, yang  hanya bisa   mengadu
            kepada ilahi tentang perasaanku









Comments

Popular posts from this blog

Aku Memang Tak Bisa Merubah Kenyataan